STACK EXPERIENCE PROJECTS ACHIEVEMENTS BLOG
Engineering October 12, 2025

The State of Web Rendering 2025

Membedah lanskap rendering web modern, dari SSR, SSG, hingga Islands Architecture, dan bagaimana memilih strategi yang tepat untuk performa dan SEO.

Rendering di web tidak pernah sesederhana "kirim HTML lalu selesai". Di 2025, kita punya spektrum penuh strategi rendering yang masing-masing punya trade-off berbeda untuk performa, SEO, dan pengalaman developer.

Spektrum Rendering

Ada empat pendekatan utama yang mendominasi:

  • SSG (Static Site Generation): HTML di-generate saat build. Paling cepat, paling murah, ideal untuk konten yang jarang berubah seperti blog dan portofolio.
  • SSR (Server-Side Rendering): HTML di-render per request. Cocok untuk konten personal atau real-time.
  • ISR (Incremental Static Regeneration): kombinasi statis dan regenerasi berkala.
  • CSR (Client-Side Rendering): semua di-render di browser. Fleksibel, tapi berat untuk SEO dan initial load.

Islands Architecture

Pendekatan yang membuat saya membangun ulang website ini dengan Astro. Idenya sederhana: kirim HTML statis untuk sebagian besar halaman, lalu "hydrate" hanya komponen interaktif tertentu (island) yang benar-benar butuh JavaScript.

<LanyardLazy client:visible />

Satu directive client:visible menunda pemuatan JavaScript berat hingga komponen benar-benar terlihat. Bundle 3D seukuran megabyte tidak lagi memblokir render awal.

Kesimpulan

Untuk mayoritas website (portofolio, blog, landing page), statis dulu, hydrate seperlunya adalah default yang tepat di 2025. Performa dan SEO bukan lagi sesuatu yang harus dikorbankan demi interaktivitas.